Cerpen Azka Shadam*

Berbagai kalangan masyarakat geger dengan munculnya berita pembunuhan berantai terhadap para pejabat yang tercatat oleh penyidik KPK melakukan korupsi. Mencengangkannya lagi, pembunuhnya meninggalkan tulisan “Tidak sengaja, Bos” yang terkalung di leher korban. Tetapi siapa yang melakukannya tidak diketahui, termasuk dari pihak KPK sendiri membantah telah melakukan tindakan anarkis tersebut karena mereka tau negara ini punya hukum bukan main pukul. Berbeda suara lagi di mulut masyarakat yang justru mendukung pembunuhan tersebut, sebab selama ini para koruptor tidak jera dengan hukuman kacangan seperti itu, ditambah lapas yang dibilang seram untuk tahanan maling ayam, malah jadi apartemen mini untuk tahanan koruptor. 

“Biarkan para koruptor itu melepas bajunya telanjang ketakutan dengan aksi ini,” kata Sopyan.

“Benar juga Yan, salah siapa beraninya bermain dengan siluman maut. Bagaimana kabar Komandan Sobri, apakah luka siraman air keras di tubuhnya sudah membaik?” ucap Jajang.

“Sudah lumayan katanya. Eh, aku tidak habis pikir, kok bisa penegak hukum cuma memberikan hukuman 1 tahun sama pelakunya”

“Itu mengapa negara ini sudah dibilang buta, karena hukum sudah menjadi pelacur bagi mereka yang berani membayar lebih. Tidak ada salahnya kan kita membalaskan dendam dengan membunuh mereka yang tercatat menzalimi rakyat”

“Besok target kita siapa lagi?”

“Yang jelas koruptor kakap, ia adalah dalang penganiayaan komandan. Petinggi partai sikat enak, Tunggul Subando. Kirimkan surat ancaman kepadanya via email, lalu sadap sosial medianya dengan pengakuan bahwa ia yang menganiaya komandan”

Keesokan harinya omongan mereka benar dilakukan dan didapati tulisan “Tidak sengaja, Bos” menggantung di tubuh korban yang tidak lagi bernyawa.  Siapakah korban selanjutnya?

Azka Shadam, merupakan pemuda kelahiran Pati, yang saat ini mengeyam pendidikan di UIN Sunan Kalijaga, jurusan manajemen keuangan syariah. Ia beranggapan bahwa menulis merupakan media mengungkapkan isi hatinya. Pembaca dapat menyapa Shadam melalui poselnya shadamajha@gmail.com, Instagram :shadam_123, dan Facebook: Azka Shadam.