Cerpen Khotikah*
“Kurang ajar betul orang-orang kaya itu” Umpat Warno sembari menghisap sebatang rokok ditangannya.
Dari jauh Aji menghampiri warno dengan menggenggam sebuah nasi bungkus ditangannya
“Sedang apa kau No? Melamun saja?” suara Aji membangunkan lamunan Warno
“Siapa sih yang peduli dengan gelandangan macam kita ini Ji? Gumam Warno
Aji terdiam
“Ji,tadi sewaktu aku ngamen, aku menghampiri mobil mewah. Sakit kali hatiku Ji melihat orang bermobil mewah itu mengabaikanku, bahkan untuk membuka kaca mobilnyapun mereka tak sudi” Lanjut Warno sembari mengelap kringat dipunggungnya
“Apa gelandangan macam kita ini memang tidak layak dihargai Ji? Lanjut Warno
Aji hanya tersenyum,Pikirannya tertegun sejenak sedangkan mulutnya masih sibuk mengunyah nasi bungkus yang ia beli tadi. Warno kembali menatap mobil mewah didepannya
“Aku kalau punya banyak uang ji, aku mau beli mobil seperti itu biar tidak diabaikan dan dianggap sampah masyarakat lagi Ji” ia tersenyum dan melanjutkan menghisap rokok ditangannya
“Hahaaha ada-ada saja mimpimu itu, Cuma gelandangan kok mau beli mobil” Aji tertawa
Warno membisu dan menatap mata aji
“Kalau mimpiku sederhana No, aku cukup diperlakukan layaknya manusia saja sudah bahagia, aku ingin ketika aku ngamen orang-orang bermobil mewah itu tidak menutup kaca mobilnya dan mau membalas senyumanku. Aku tak mau bernasib sama denganmu No hahaha” Lanjut Aji
“Sudah-sudah, ayo ngamen lagi” Ucap Warno sambil berdiri meninggalkan Aji
Khotikah adalah Mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Ig:tiktikahh

0 Komentar