Cerpen Khotikah*

Pada siang yang panas,Warno sedang beristirahat dikursi depan sebuah minimarket. Tubuhnya tampak kurus dan lesu, pakaiannya kumal dan terlihat ada robekan dibagian lengan. Bibirnya kering,wajahnya penuh keringat. matanya menatap kearah mobil mewah yang diparkir di depannya.

“Kurang ajar betul orang-orang kaya itu” Umpat Warno sembari menghisap sebatang rokok ditangannya.

Dari jauh Aji menghampiri warno dengan menggenggam sebuah nasi bungkus ditangannya

“Sedang apa kau No? Melamun saja?” suara Aji membangunkan lamunan Warno

“Siapa sih yang peduli dengan gelandangan macam kita ini Ji? Gumam Warno

Aji terdiam

“Ji,tadi sewaktu aku ngamen, aku menghampiri mobil mewah. Sakit kali hatiku Ji melihat orang bermobil mewah itu mengabaikanku, bahkan untuk membuka kaca mobilnyapun mereka tak sudi” Lanjut Warno sembari mengelap kringat dipunggungnya

“Apa gelandangan macam kita ini memang tidak layak dihargai Ji? Lanjut Warno

Aji hanya tersenyum,Pikirannya tertegun sejenak sedangkan mulutnya masih sibuk mengunyah nasi bungkus yang ia beli tadi. Warno kembali menatap mobil mewah didepannya

“Aku kalau punya banyak uang ji, aku mau beli mobil seperti itu biar tidak diabaikan dan dianggap sampah masyarakat lagi Ji” ia tersenyum dan melanjutkan menghisap rokok ditangannya

“Hahaaha ada-ada saja mimpimu itu, Cuma gelandangan kok mau beli mobil” Aji tertawa

Warno membisu dan menatap mata aji

“Kalau mimpiku sederhana No, aku cukup diperlakukan layaknya manusia saja sudah bahagia, aku ingin ketika aku ngamen orang-orang bermobil mewah itu tidak menutup kaca mobilnya dan mau membalas senyumanku. Aku tak mau bernasib sama denganmu No hahaha” Lanjut Aji

“Sudah-sudah, ayo ngamen lagi” Ucap Warno sambil berdiri meninggalkan Aji

Khotikah adalah Mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Ig:tiktikahh