Cerpen Fit Awaliyah*
Pertengkaran dan perselisihan acap kali terjadi. Bahkan hampir setiap hari kepalaku bak dilalap si jago merah. Panas, panas, panas! Aku tak bisa tinggal diam bila kami berdebat. Bisa dibilang aku pihak afirmasi dan Bulik pihak Oposisi. Selalu ada alasan untuk mempertahankan kebenaran masing-masing. Sering aku membentak dan misuh didepan Bulik.
Pernah suatu hari kami bertengkar. Dan Bulik meninggalkanku begitu saja. Itu terjadi saat tak sengaja aku berkata ”Sudah, Bulik!. Jangan terlalu ikut campur. Kamu bukan ibuku yang bisa mengatur apa mauku!”
3 hari Bulik menjadi sesosok yang pendiam. Aku tak tau harus berbuat apa, dan rumah serasa kuburan yang tak berpenghuni. Segera ku ambil ponsel di kamar dan menceritakan semua pada ibu.
“Nak, kamu tak sepatutnya berkata seperti itu pada Bulikmu. Selama ibu merantau, yang mengasuh dan menjadi ibumu adalah Bulikmu. Ibu bukan hanya ia yang melahirkanmu. Orang yang mengasuh dan membesarkanmu itu juga ibumu. Pernah kau bayangkan bila tak ada Bulik? Siapa yang akan memasak untukmu? Siapa yang rela tak menikah demi memastikan kau tumbuh dengan baik tanpaku? Itu Bulikmu, Nak. Surga yang sebenarnya ada pada Bulikmu. Peluk dia dan cium surga di kakinya!”
Fit Awaliyah adalah siswi MA TARIS Pucakwangi. Dia punya bisnis kece se-kece yang baca lhoh~. Cek fbnya: Fit Awaliyaa.

0 Komentar