Cerpen Abdul Manan*
Tanpa pikir panjang, sekuat tenaga kubanting gelas yang ada di tanganku. Air di dalamnya menyebar ke segala arah termasuk membasahi pakaianku. Seketika napasku menjadi lebih cepat intensitasnya. Tanganku mencengkeram rapat dan kuat. Denyut jantungku berdetak lebih cepat. Aku naik pitam.
Ada kabar buruk dari Pak RW. Dia berkata istriku telah disetubuhi sahabatku sendiri, si Wanto. Pak RW memergokinya di ruang keluarga rumahku ketika hendak membagikan undangan pernikahan anaknya. Awalnya dia tidak mendengar jawaban apa pun sewaktu mengetuk pintu. Ternyata tidak dikunci. Pak RW masuk. Mendekati ruang keluarga, ada suara terengah-engah dan sedikit mendesah terlintas di telinganya. Dia semakin mendekat.
Bukan main. Ternyata ada dua orang dengan pakaian tertanggal satu sama lain. Mereka saling menempel seperti kucing yang sedang kawin. Nahasnya, itu istriku sendiri. Dan si kampret Wanto yang menggagahinya adalah sahabatku sendiri. Anjing!
Pak RW melanjutkan ceritanya. Setelah melihat kejadian tak senonoh itu, si Wanto dan istriku terkejut bukan kepalang. Wajah mereka tambah memerah. Segala sesuatu diambil untuk menutupi rasa malu sekaligus kemaluan mereka. Begitu Pak RW menanyakan maksud perbuatan dua orang itu, si Wanto berkata bahwa niatnya hanya duduk mengobrol sambil menunggu kepulanganku karena ada perlu. Dan karena duduk berdekatan sampai menempel antar paha, malah jadi kebablasan.
“Alasan macam apa itu!” Aku langsung meninggalkan meja kerjaku, keluar kantor dan bergegas pulang. Sesampainya di rumah langsung kutarik kerah baju si Wanto yang sekarang sudah dikenakannya.
“Apa maksudmu, he!” Tatapannya padaku seolah dirinya adalah manusia tanpa rasa bersalah. Dan hanya sedikit kata yang terucap dari mulutnya.
“Maaf, aku enggak sengaja.”
Tegal, 20 Juni 2020
*Abdul Manan adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang asal Kabupaten Tegal. Sedang belajar dan aktif di Kelas Menulis Cerpen Nesatopia. FB: Abdul Manan IG: abdulmanan86_

0 Komentar